Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang banyak mendatangkan wisatawan baik local maupun asing. Berbicara tentang wisata di Bali, pastinya yang akan langsung terbayang adalah Pantai Kuta, Pantai Sanur, Pantai Tanjung Benoa, dan masih banyak lagi. Bali memang identik dengan pantai-pantai nya yang indah. Namun Bali tidak hanya memiliki pantai, banyak lokasi wisata non-pantai yang bisa dikunjungi di Bali. Berikut 10 (sepuluh) tempat wisata non-pantai yang dapat dikunjungi :

Save

  • Garuda Wisnu Kencana Culture Park (GWK) atau yang lebih dikenal dengan GWK adalah tempat wisata non-pantai di Bali yang sudah banyak dikunjungi. GWK sendiri merupakan taman wisata yang rencananya akan memiliki patung dewa Wisnu yang mengendarai burung Garuda, dengan tinggi mencapai 126m dan lebar 60m, digadang-gadang akan menjadi salah satu patung tertinggi di dunia. I Nyoman Nuarta yang merupakan konseptor dan arsitek patung GWK ini, bersama dengan Yayasan Garuda Wisnu Kencana mempunyai mimpi untuk menjadikan GWK ini landmark pulau Bali yang memiliki nilai budaya lokal. Namun sejak mulai dibangun pada tahun 1992 hingga saat ini, patung tersebut belum selesai pengerjaannya. Dengan berjalannya waktu, GWK berkembang menjadi tempat pameran budaya dan beberapa kali acara hiburan diadakan ditempat tersebut. GWK memiliki beberapa infratrukstur yang digunakan untuk menampilkan pementasan-pementasan lokal seperti tari Barong, parade budaya Bali, dan lain-lain, setiap harinya, dari pagi hingga malam hari. (Lokasi : Jl. Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80364, Indonesia. HTM domestik : Dewasa Rp 70k, Anak & Pelajar Rp 50k)
  • Bedugul memiliki beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah Pura Ulun Danu Bratan, wisata non-pantai di Bali lainnya yang banyak dikunjungi. Pura Ulun Danu yang berada di tengah danau Bratan menjadi salah satu landmark khas pulau Bali, karena pura ini memiliki menara dengan atap 11 tingkat (menyimbolkan Dewa Wisnu), 7 tingkat (menyimbolkan Dewa Brahma), dan 3 tingkat (menyimbolkan Dewa Siwa). Di sekeliling danau dibuat taman dengan berbagai macam bunga warna-warni menambah keindahan bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen selama disana. Disini pengunjung juga dapat menyewa perahu speedboat untuk berkeliling danau. (Lokasi : Jl. Bedugul – Singaraja, Candikuning, Baturiti, Candikuning, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali 82191, Indonesia. HTM domestik : Rp 10k/orang). Tempat wisata yang lainnya adalah Kebun Raya “Eka Karya” Bali atau yang lebih sering disebut Kebun Raya Bali. Hanya memerlukan waktu 10 menit dari Pura Ulun Danu, pengunjung sudah dapat mengunjungi Kebun Raya Bali ini. Karena masih berada di daerah dataran tinggi Bedugul, Kebun Raya Bali juga memilki udara yang sejuk cenderung berkabut, tidak jarang pula hujan turun di daerah ini. Kebun Raya Bali yang memiliki luas area mencapai 157ha merupakan salah satu hutan lindung di Bali. Kebun Raya Bali difungsikan sebagai tempat konservasi tanaman tropis Indonesia Timur. Kebun Raya Bali merupakan tempat wisata yang cukup berbeda dari kebanyakan tempat wisata di Bali yang identik dengan pantai dan air, karena Kebun Raya Bali merupakan kombinasi tempat penelitian tumbuh-tumbuhan, konservasi, tempat belajar sekaligus rekreasi. Disini pengunjung dapat bersantai menikmati segarnya udara sekaligus belajar kegunaan tumbuhan-tumbuhan yang ada di area kebun raya ini. (Lokasi : Jalan Kebun Raya, Candikuning, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali 82191, Indonesia. HTM domestik : Rp 9k/orang (belum termasuk biaya parkir), tiket masuk mobil ke area kebun raya Rp 12k/mobil)

[/et_pb_text][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”justified” use_border_color=”off” border_style=”solid” disabled=”off”]

  • Desa Penglipuran. Bali dikenal dengan adat budaya yang masih dijunjung tinggi oleh penduduknya hingga sekarang, walaupun banyak sekali turis asing yang datang kesana. Salah satunya adalah Desa Penglipuran, desa adat di daerah Bangli ini merupakan salah satu desa terbaik di dunia. Penduduk disini sangat rukun dan ramah. Selain itu, keunikan desa ini adalah semua bentuk rumah disini sama persis antara satu dengan yang lainnya, dan tidak akan ditemukan satupun sampah yang berserakan disini. Setiap rumah memiliki pintu gerbang yang sama dan berhadap-hadapan yang hanya dibatasi dengan jalan kecil. Diujung desa ini terdapat Pura Penataran yang digunakan para penduduk untuk beribadah. Pengunjung yang ingin berkeliling desa ini, dilarang mengendarai mobil atau motor. Dengan berjalan kaki, pengunjung dapat melihat-lihat isi dalam rumah penduduk disana, sekaligus dapat menikmati jajanan khas desa tersebut. Jika ingin merasakan aura Bali yang kental, pengunjung sebaiknya kesana pada hari-hari sebelum atau setelah hari raya Galungan, karena akan terlihat penjor berjejer di setiap depan rumah dan warga yang menggunakan pakaian adat Bali wira-wiri menuju pura sambil membawa banten (sesajen). (Lokasi : Jalan Penglipuran, Kubu, Kec. Bangli, Kabupaten Bangli, Bali 80661, Indonesia. HTM domestik : Dewasa Rp 15k, Anak Rp 10k)

[/et_pb_text][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”justified” use_border_color=”off” border_style=”solid” disabled=”off”]

  • Bali Bird Park. Dari namanya saja, sudah pasti bisa terbayang apa yang ada di dalam tempat wisata ini. Terletak di desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali Bird Park memiliki sekitar 1000 satwa jenis unggas dari 250 spesies yang dipelihara disini. Bali Bird Park menjadi salah satu objek wisata favorit bagi wisatawan yang berlibur bersama keluarga dan anak-anak, karena di taman ini kita dapat mengenal berbagai jenis unggas baik dari Indonesia maupun dari luar negeri, termasuk burung Jalak Bali yang merupakan jenis burung yang sudah langka keberadaannya. Selain aktifitas memberi makan burung dan berfoto bersama burung, di jam-jam tertentu ada atraksi-atraksi yang ditampilkan oleh burung-burung yang ada disana. Anak-anak tentunya akan sangat senang melihat pertunjukkan tersebut. Selain itu, terdapat teater 4D serta spot perkembangbiakan burung mulai dari bertelur hingga menetas. Setelah lelah berkeliling taman, pengunjung dapat beristirahat di restoran atau kafe yang tersedia disana sembari melihat pernak-pernik khas Bali Bird Park. (Lokasi : Jl. Serma Cok Ngurah Gambir, Singapadu, Batubulan, Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali 80582, Indonesia. HTM domestik : Dewasa Rp 150k, Anak (2-12th) Rp 75k, Dibawah 2th free (sudah termasuk tiket masuk ke Bali Bird Park dan Bali Reptilia Park)

[/et_pb_text][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”justified” use_border_color=”off” border_style=”solid” disabled=”off”]

  • Bali Safari and Marine Park. Satu lagi tempat wisata keluarga dan anak-anak di Bali. Bali Safari and Marine Park (BSMP) merupakan cabang ketiga dari Taman Safari Indonesia yang terletak di kabupaten Gianyar Bali. Dengan luas lahan mencapai 40hektar, BSMP memelihara lebih dari 60 spesies hewan dari 3 (tiga) kawasan yaitu Indonesia, India, dan Afrika. Dengan menggunakan bus safari, pengunjung diajak berkeliling melihat tingkah para hewan. Area BSMP dibuat semirip mungkin dengan habitat para hewan. Selain safari, banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan di BSMP. Dari kegiatan menunggang gajah, melihat pengolahan kotoran hewan menjadi kertas, night safari, menonton animal show dan Bali Agung show, hingga bermain air di waterpark. BSMP juga menyediakan penginapan bagi pengunjung yang ingin menginap. Bangun tidur dan sarapan ditemani hewan-hewan yang berada persis diluar kamar, merupakan sensasi tersendiri yang mungkin akan susah dilupakan. (Lokasi : Jl. Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra Km. 19,8, Serongga, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali 80551, Indonesia. HTM domestik : Dewasa mulai Rp 135k, Anak (3-12th) mulai Rp 125k)

[/et_pb_text][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”justified” use_border_color=”off” border_style=”solid” disabled=”off”]

  • Pura Taman Ayun merupakan pura para Ibu bagi keluarga Kerajaan Mengwi, Bali. Pura tersebut didesain cantik dengan taman-taman indah dan dikelilingi dengan kolam ikan sehingga pura tersebut terlihat seperti berada diatas danau. Keindahan aristektur dan keagungan peninggalan sejarah ini dipadukan dengan hijaunya tanaman dan birunya langit menjadi daya tarik tempat ini, sehingga banyak wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung kesini. Puas menikmati taman, pada pelataran utamanya, pengunjung dapat menyaksikan kemegahan pura dengan pahatan-pahatan seni dari jaman kerajaan. Sedikitnya ada 10 bangunan meru, yang tertinggi sampai tumpang 11 (sebelas). (Lokasi : Jalan Ayodya, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali 80351, Indonesia. HTM domestik : Rp 10k/orang)

[/et_pb_text][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”justified” use_border_color=”off” border_style=”solid” disabled=”off”]

  • Hutan Mangrove Bali. Hutan mangrove atau lebih dikenal dengan hutan bakau berfungsi sebagai menahan gelombang air laut yang masuk ke daratan untuk mengurangi pengikisan tanah pinggir pantai. Begitu pula dengan hutan mangrove yang ada di Bali ini. Bertempat di jalur keramaian kabupaten Badung, yang setiap harinya dipenuhi polusi udara dan kebisingan lalu lintas, hutan mangrove ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi hal tersebut. Dengan luas sekitar 1.3ha, pemerintah kabupaten Badung melihat peluang untuk menjadikannya sebagai tempat rekreasi di tengah kota. Dengan dibangunnya jembatan kayu sepanjang 2km ditengah hutan dan beberapa spot untuk beristirahat, pengunjung dapat menikmati keunikan pemandangan hutan ini. Sekarang ini, tidak jarang tempat ini digunakan sebagai lokasi favorit untuk melakukan sesi foto prewedding bagi pasangan yang akan menikah. (Lokasi : JL. By Pass Ngurah Rai, Km. 21, Suwung Kauh, Pemogan, Kuta, Kota Denpasar, Bali, Indonesia. HTM domestik : Rp 10k/orang)

[/et_pb_text][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”justified” use_border_color=”off” border_style=”solid” disabled=”off”]

  • Taman Ujung Karangasem atau ada yang menyebut Taman Sukasada dibangun pada jaman kerajaan Karangasem. Awalnya tempat ini dibangun dengan nama Kolam Dirah yang digunakan untuk tempat pembuangan bagi orang-orang yang menguasai ilmu hitam. Kemudian, Raja Karangasem memerintahkan arsitek dari Belanda dan Tiongkok, dibantu oleh arsitek dari bali, untuk mengembangkan kolam Dirah tersebut menjadi taman untuk tempat peristirahatan dan tempat semedi Raja. Sebenarnya nama Taman Ujung berasal dari nama Desa Ujung, tapi taman ini memang berada di ujung timur pulau Bali, cukup jauh dari pusat kota Denpasar, sehingga banyak yang mengira nama Taman Ujung berasal dari letaknya yang jauh. Namun, semua lelah perjalanan terbayarkan dengan keindahan taman ini. Tak khayal, tempat ini menjadi tempat favorit untuk lokasi foto prewedding. Taman Ujung ini selain memiliki kolam, tempat ini memiliki beberapa bangunan seperti Bale Bengong yang tidak berdinding, Istana Gantung yang berada di tengah kolam, serta jembatan yang menghubungkan bangunan-bangunan tersebut. Selain itu, dengan sedikit usaha menaiki tangga, pengunjung dapat mengunjungi bangunan pilar tanpa atap. Dari atas sana, pengunjung dapat melihat keseluruhan arsitektur Taman Ujung, Pantai Ujung, dan bukit Bisbis. (Lokasi : Desa Ujung Jl. Raya Taman, Tumbu, Kec. Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali 80811, Indonesia. HTM domestik : Rp 10k/orang)

[/et_pb_text][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”justified” use_border_color=”off” border_style=”solid” disabled=”off”]

  • Taman Tirtagangga, masih di kabupaten Karangasem, pengunjung dapat datang ke Taman Tirtagangga Karangasem. Taman ini mempunyai desain yang sangat indah dengan kolam air sebagai objek utamanya. Di taman ini terdapat mata air Rajasa yang memiliki debit air yang besar dan sejuk. Pengairan untuk pertanian dan rumah penduduk disekitar daerah Amlapura juga berasal dari mata air tersebut. Memasuki kawasan Tirtagangga, hal yang pertama bisa dilihat adalah kolam air yang besar dengan satu buah candi yang menjulang tinggi. Kolam tersebut berisi ikan hias yang sangat banyak. Berjalan sedikit ke atas, ada kolam renang untuk anak-anak dan dewasa. Mata air Rajasa berada di bagian paling atas dari taman ini. (Lokasi : Ababi, Abang, Karangasem Regency, Bali 80852, Indonesia. HTM domestik : Rp 5k/orang. Renang dikenakan tambahan biaya Rp 6k/orang)

 

[/et_pb_text][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”justified” use_border_color=”off” border_style=”solid” disabled=”off”]

  • Toya Devasya Hot Spring. Dengan latar belakang Gunung Batur serta bersebelahan langsung dengan danau Batur, pengunjung dapat menikmati berendam di kolam air panas alami yang ada di Toya Devasya. Udara yang sejuk dan berkabut dipadukan dengan pemandangan yang indah, memberikan kesan ketenangan. Jika pengunjung hanya ingin menikmati pemandangan tanpa berendam, disini juga disediakan gazebo-gazebo untuk bersantai sambil menikmati makanan yang disediakan oleh Toya Devasya. Selain itu, Toya Devasya juga menyediakan fasilitas bagi pengunjung yang menyukai kegiatan outdoor seperti camping atau tracking. (Lokasi : Jalan Puri Bening (STA), Toya Bungkah, Central Batur, Kintamani, Bangli Regency, Bali 80652, Indonesia. HTM domestik : Dewasa Rp 60k, Anak (2-5th) Rp 30k)

Itulah tempat wisata non-pantai di Bali yang bisa dikunjungi. Semoga bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin berwisata ke Bali.