Di Radical Force Jam 2019 Singapura, terdapat sebuah momen yang mengundang kontroversi. Yakni ketika Greenteck menuangkan air ke Wizzard tatkala Wizzard sedang beraksi di battle. Hal ini mengundang reaksi dari banyak pihak, beberapa diantaranya adalah reaksi dari juri yang pada akhir sesi mengatakan apa yang dilakukan Greenteck sudah keterlaluan.

Video dibawah adalah cuplikan dari battle antara Magician (Genesis Wizzard dan Sipho Didiza),  VS Greenteck, Reina dan Shigekix.

Kejadian Greenteck menuangkan air terjadi pada menit ke 5.33, tidak ada yang menyangka Greenteck akan melakukan hal itu pada Wizzard. Akan tetapi Wizzard tetap tenang dan melanjutkan aksinya.

Selain itu, pada menit selanjutnya Greenteck juga melakukan gerakan “Jerk off” tatkala Wizzard di depannya.

Pada akhir battle, beberapa juri mengungkapkan pendapatnya.

Brooklyn Terry berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh Greenteck sudah keterlaluan.

“Green, with all due respect brother, but that is too much”

Lalu Greenteck berteriak, “It’s a battle bro”

Dilanjut dengan statement Greenteck yang mengindikasikan bahwa ditempat asalnya hal itu lumrah terjadi.

“It’s a battle bro, where I’m from, I’m from Mighty Zulu King, J. That’s what we do ALL DAY. If you can’t handle the E, don’t battle me”, katanya

MC pada event ini pun berkata bahwa di Singapura kita tidak melakukan hal itu dan mengapresiasi Wizzard yang berbesar hati. 

Hip-Hop pada awalnya memang sesuatu yang dekat dengan kekerasan, pertarungan dan narkoba. Battle pun dulunya memang didasari oleh keinginan untuk mengalahkan lawan.

Kultur dancer pun berbeda-beda, Greenteck mungkin memiliki latar belakang yang keras dengan situasi battle yang intens. Mungkin ini pula yang mendasari Greentek beranggapan bahwa battle adalah pertarungan antara hidup dan mati.

Berbeda dengan Greenteck, banyak yang beranggapan bahwa hal itu seharusnya tidak dilakukan. Battle seharusnya menjunjung tinggi sportivitas tanpa menggunakan cara-cara tidak pantas seperti yang Greenteck lakukan.

Pihak penyelenggara pun menyayangkan kejadian ini, sehingga membuat acara yang keren seperti ini menjadi tercoreng.

Akan tetapi, kedua opini memiliki kebenarannya masing-masing. Jadi menurut kamu apakah hal ini pantas dilakukan ?