Suatu sore minggu yang cerah menjadi waktu yang pas untuk bersantai sambil menikmati akhir pekan dengan cuaca yang bersahabat. Ada sebuah kedai kopi di Yogyakarta yang cocok untuk menemani sore hari ini dengan kopi berbeda dari biasanya. Kedai Kopi Banua, sesuai namanya kedai ini menyajikan Kopi Banua yang berasal dari Kalimantan Selatan. Banyak yang mengetahui tentang kopi Gayo dari Aceh atau pun Kopi Luwak yang harganya sangat mahal.

Kopi Banua belum begitu populer dibanding dengan kopi Gayo maupun Kopi Luwak, akan tetapi kenikmatannya bisa disetarakan. Sejatinya kopi Banua sudah ada sejak tahun 70an namun karena kurangnya pemasaran, kopi Banua menjadi jarang didengar. Bahkan, di Yogyakarta yang memiliki akses dari banyak daerah pun juga jarang yang menjual.

Adalah ZIkri Nor Adhini, pemilik kedai Kopi Banua yang beralamat di Jalan Delima Raya Condong Catur. Dirinya mendirikan kedai ini lantaran percaya bahwa Kopi Banua merupakan salah satu bijih kopi kualitas terbaik di Indonesia. Kedai dengan interior yang didesain dengan suasana rumah ini membuat siapapun yang datang dapat langsung nyaman ketika melakukan aktivitas ngopi  dan nongkrong.

“Tujuan saya membuka kedai ini, karena saya ingin memperkenalkan kopi dari daerah saya sendiri, karena tidak semua orang tahu, bahwa didaerah kalimantan sendiri juga menghasilkan kopi, dan juga saya membuka kedai ini dirumah karena saya juga seorang perantau, yang rindu akan suasana rumah. karena itu saya membuka kedai ini dirumah supaya bisa merasakan suasana kekeluargaan dengan pelanggan.” ujar pria yang biasanya disapa Denny ini. 

Denny mengawali  Kopi Banua dengan menjual salah satu menu andalan , yaitu es kopi susu yang dikemas dalam bentuk botolan, dan yang pertama dikenalkan kepada pelanggannya, lalu setelah beberapa bulan berjalan dengan mengenalkan “Es Kopi Susu Banua” ia pun membuka kedai di rumah.

Berbeda dengan kedai kopi kebanyakan yang menggunakan mesin , metode yang digunakan denny sendiri dalam menyeduh kopi masih terbilang manual, dari biji kopi yang utuh lalu digiling langsung menjadi bubuk, lalu diseduh menggunakan alat seduh manual. Atau jika ada seseorang yang ingin Cappuccino, Coffee Latte yang berbasis espresso denny biasanya menggunakan alat yaitu mokapot.

 

Keunikan kopi banua sendiri yaitu menggunakan kopi robusta khas Kalimantan yang jarang orang ketahui, dan sedikit penikmat kopi yang mengetahuinya. Bahkan roaster untuk daerah luar Kalimantan. Jadi untuk membuka pasar mereka harus mencoba menikmati resep andalan dari kopi banua sendiri.

“Dibagian rasa kopinya, masih dalam proses pengulikan. Karena menurut saya sendiri rasanya masih sedikit, belum sepenuhnya terulik. Dengan roaster dan cupping yang lebih besar. Rasa kopi banua(pengaron) itu sendiri earthy dan juga bitter chocolate yang sedikit sweet”. Kata Denny.

Berawal dari seorang penikmat  yang penasaran dengan cara menyeduh kopi dengan begitu banyak alat seduh kopi yang ia ingin pelajari, dan ia menjadikan seni dalam menyeduh kopi. ia melihat banyak sekali peluang dijogjakarta untuk memulai brand Kopi Banua dengan ciri khas Beans (biji) Kalimantan, yang satu-satunya ada di Jogjakarta.

“Harapan saya selanjutnya yaitu ingin memperkenalkan lebih luas robusta khas Kalimantan ke kalangan penikmat kopi di Yogyakarta, dan juga perkopian di Indonesia lebih banyak penikmatnya, dikalangan apapun” . 

Untuk harga sendiri, sangat bersahabat dengan kantong anak muda, mulai dari 13.000 –  16.000. Dan Kopi Banua buka mulai dari jam 16.00 s/d 23.00 (close order).