Local Heroes satu ini merupakan anak Semarang yang berkontribusi besar dala mendirikan scene rap di kota Lumpia ini. Adalah Malik Aziz Ros atau Greedys,  pria kelahiran 20 februari 1992 yang memiliki kegemaran akan musik rap.

Ia merupakan salah satu pendiri dari 024 street Hiphop Community di Semarang. Perjalanannya dalam berkarya dimulai pada tahun 2007 dimana ia berlatih dan mendengarkan musik rap. Pria yang satu ini memiliki ketertarikan dengan battle rap dan menjajal kemampuannya di LA Street Ball yang mana salah satu sub acaranya terdapat battle rap. Disini ia bertemu dengan banyak orang.

Raper yang memiliki dulunya alias  minimi ini bercerita bagaimana 024 Street Hiphop community terbentuk serta keterlibatannya dalam komunitas On My Own studio pada tahun 2008-2009. Semua hal yang ia lalui untuk mendapat pertemanan adalah melalui nongkrong bareng.

Pada tahu 2014, ia juga memulai sebuah acara bernama Semarang Banjir 1 yang kemudian berkelanjutan hingga Semarang Banjir 3.

Yang mengejutkan adalah para senior di 024 Street Hiphop community memutuskan bubar setelah Semarang Banjir 3 karena tidak mau terlalu dianggap sebagai senior terus menerus sedangkan generasi baru semakin bertambah.

Pria yang mengidolakan Moduoperandi ini juga memulai untuk merekam lagunya pada 20 April 2016. Mengenai soal lagu, ia mengatakan bahwa dirinya hanya mengutarakan apa yang dia rasakan.

Ada pengalaman unik yang ia ceritakan mengenai perjalanannya di dunia rap, ia mulai manggung dari satu panggung ke panggung lainnya seperti BKKBN Rap Competition 2010 dan Let’s Dance Global TV.  Menurutnya pengalaman paling menarik adalah ketika ia manggung di tengah kampung di Mataram yang mana pesan yang ingin ia sampaikan sampai pada hati penontonnya.

Satu pengalaman yang tak pernah ia lupakan adalah ketika sang almarhum Ibunya mendukung ia dalam berkarir di musik ini.

“Waktu itu aku udah mau berhenti nge-rap karena kuliah mau selesai dan merasa ga ada masa depan. Aku datang ke Ibu lalu bilang kalau mau berhenti. Yang mengejutkan adalah alm. Ibu justru malah mendukungku untuk lanjut di rap. Kalo kamu berhenti lalu percuma kamu pernah diam-diam loncat jendela rumah untuk pergi manggung katanya”, ungkap Malik.

Sang ibu ternyata tahu betul bagaimana Malik memiliki niat yang besar untuk bertahan di bidang yang disukainya ini.

Saat ini pun Malik masih nge-rap dan ia mendapatkan penghasilan salah satunya adalah dari musik ini.

Pengorbanan Malik yang juga membesarkan scene rap di Semarang harus diakui, meski tak mudah karena ada beberapa pihak yang tidak suka, namun ia percaya bahwa ia hanya melakukan apa yang disukainya.

“Hip-Hop Is Not A Joke”

_Greedys_