Berbicara tentang local heroes, Nur Oktavian adalah local heroes dari Jogja yang dari kecil sudah berlatih breakdance.

Dimulai dari umur delapan tahun, Vian  melihat ada  beberapa orang latihan  breakdance di Galeria Mall. Saat itu juga ada yang mengajaknya  berlatih.

“Aku waktu itu diajak sama mas Ndon  untuk berlatih. Tim pertamaku dulu adalah YDMC. Baru setelah itu  pindah tim ke 0274 dan ketemu master-master di  Jogja seperti mas Arun dan Edy”, kata Vian.

Semenjak berada di YDMC tahun 2003, Vian kecil sudah terbiasa mengikuti battle dan perform, begitu pula ketika 2004 ia bergabung dengan tim 0274.

Tahun 2004 dan 2005 ia pernah battle 2  on 2 di Jogja dan berhasil meraih juara 3 bersama 0274. Dan di tahun 2005 Ia berhasil menyabet predikat Best Player di acara Let’s Dance.

Nama 0274 waktu itu sudah besar sebagai crew Bboy yang berasal dari Jogja, namun malang  Tim breakdance Jogja ini kemudian bubar dan pecah menjadi beberapa bagian karena senior dari tim 0274 memutuskan untuk berhenti, sedangkan junior 0274 mendirikan tim-tim sendiri. Herlambang mengajaknya untuk mendirikan tim bernama Rebel Squad.

Untuk support dari keluarga, sebenarnya secara umum orang tua banyak yang tidak mendukung anak dalam mengejar passion-nya, sama dengan Vian. Ia juga mengalami hal tersebut. sang ibu belum sepaham dengan Vian dalam breakdance sedangkan sang bapak justru mendukungnya.

 “Ya meski almarhum ibu waktu itu tidak sepaham, tapi bapak mendukung aku dan percaya akan ada sesuatu yang diraih suatu nanti”.

Bboy yang kini berubah nama menjadi Bboy Joker ini mengatakan bahwa dirinya pernah merasa down dan jenuh dengna bboy. Tepatnya ketika menjelang SMP kelas dua dan tiga. Ia merasa bosan dengan rutinitas latihan dan lomba namun jarang menang.

“Saking jenuhnya aku nyoba ngeband dan main futsal, merasa pengen berhenti buat bboy tapi ternyata memang bboy itu panggilan hati”. Terangnya

Ia juga bercerita bahwa tanpa bboy dia bukan siapa-siapa

“Pada akhirnya aku sadar bahwa tanpa bboy aku bukan siapa-siapa dan aku ga bisa apa-apa kalau ga ada bboy” tambahnya.

Dilihat dari segi skill dan teknik, Bboy yang lahir pada 21 Oktober 1995 ini memang sudah tidak diragukan lagi. Hal ini dikarenakan latihan keras yang ia jalani sedari masih kecil dan belajar breakdance.

[ Insert video dari ig nya Vian)

“Dulu dari YDMC dan 0274, latihanku udah terbiasa keras. Untuk itu juga aku beranggapan bahwa aku harus selalu upgrade. Aku juga ambisius banget sampai kalau  ga menang battle sering nangis dan kesel sendiri”.

“Meski latihan kadang membuat aku sakit, patah tulang dan cedera, tapi aku ga mau nyerah”, tambahnya.

Dunia dance kerap dipandang sebelah mata, banyak orang menyangsikan masa depan dari dance itu sendiri, pendiri Rebzvolution ini adalah satu dari sekian banyak orang yang membuktikan bahwa stigma ini tak selalu benar.

“Dulu sering ditanya kalau ngedance mau jadi apa. Aku cuma melakukan apa yang aku suka. Sekarang dance sangat dibutuhkan di dunia entertain.  Aku sekarang bisa mengajar  dan bisa masuk ke pementasan seperti Legenda Roro Jonggrang di Prambanan padahal sebenarnya yang dicari adalah penari Jawa. Karena kita punya kualitas yang tidak setengah-setengah. Selain itu aku juga menari freelance di Jogja Bay Waterpark.”

Pria 23 tahun ini mengakui bahwa semua jalan terbuka dari hal yang ia tekuni, yaitu bboy yang kemudian berkembang ke dance dengan belajar dari nol.

Untuk masalah prestasi, tak tanggung-tanggung, ia pernah mewakili Indonesia diajang BOTY tahun 2017 di Thailand bersama tim Garudayana. Ia juga sering menang diajang battle.

Untuk battle, ia mengaku bahwa saat ini banyak rival-rival tangguh yang bermunculan yang memacunya untuk berlatih lebih keras.

Anak dari pasangan Nurhadi dan Alm. Sudaryati ini percaya bahwa untuk battle yang dicari bukan semata karena uang maupun kemenangan, lebih dari itu pengalaman, ilmu dan pertemanan adalah hal lain yang sangat berharga.

“Yang terpenting dalam battle menurut aku adalah bisa mengekspresikan diri. Buat aku Bboy sudah menjadi nafas hidup yang gak mungkin aku lepasin”, timpalnya.

Saat ini Bboy Joker berkuliah di Institut Seni Indonesia-Yogyakarta dengan biaya sendiri yang ia dapat dari kerja part-time dan hasilnya menari baik itu mengajar dance, battle, menari freelance, dan kompetisi. Hal ini membuktikan bahwa apa yang kita tekuni pada akhirnya nanti akan membuahkan hasil.

_DO THE BEST TO BE THE BEST_

BBOY JOKER