Salah satu local heroes kali ini merupakan orang yang cukup lama berkecimpung di dunia dance. Adalah Heru Susanto atau dipanggil juga Mas Timboel.

Bermula dari kesukaannya menari dari umur 4 tahun, pria kelahiran 18 Juli 1996 ini dulunya mulai berlatih breakdance pada tahun 2003 bersama teman-temannya. Mereka memulai tim dengan nama KAPUR BARUS.

“Tahun 2003 aku mulai breakdance sama tim namanya KAPUR BARUS lalu sempat pindah tim dua kali dan diakhir tahun 2005 mulai pindah ke koreografi. Dulu tuh belajarnya lewat video-video kan ada CD. Kalau ada workshop juga selalu dateng karena itu penting.” kata mas Timboel.

Triple X merupakan nama crew Dance Timboel dan mulai mengikuti lomba. Salah satu perlombaan yang pernah ia menjuarai lomba nasional Let’s Dance pada awal tahun 2006.

Berkecimpung lama di dunia dance tidak pernah membuatnya bosan maupun jenuh

Dalam kehidupan sosial kita, terdapat stigma yang mengatakan bahwa tidak ada masa depan menjadi dancer. Pertanyaan “kalau ngedance mau jadi apa?” sering sekali ditanyakan oleh orang-orang sekitar kita, termasuk keluarga.

Apa yang dilakukan oleh Timboel adalah membuktikan bahwa dancer pun memiliki masa depan.

“Dimulai dari menang let’s dance, aku membeli TV berwarna untuk keluargaku yang mana kita belum pernah punya. Dari situ aku dapat dukungan penuh dari keluarga, dari yang dulunya tidak begitu menyetujui sampai sekarang mereka masih mendukung”.

Timboel mematahkan stigma negatif tersebut dengan eksistensinya di dunia dance hingga sekarang meskipun sudah berkeluarga. Yang lebih keren lagi adalah dancer yang satu ini mennghidupi keluarganya melalui dance. Ia mendirikan studio  sendiri, mengajar dance dan tampil di beberapa acara.

“Saat ini aku punya studio, punya member tetap dan anak-anak yang selalu datang untuk belajar dance.”

Menurutnya ada beberapa faktor untuk bisa bertahan di dunia menari yakni lingkaran pertemanan dan skill.

“Aku yakin dalam pekerjaanku dari dulu karena yang pertama skillku ternyata juga tidak buruk dan lingkaran pertemananku juga luas dan mengandung benefit. Seringkali yang ngasih kerjaan adalah circle pertemananku.” tambahnya

Dalam perjalanan eksistensinya, Timboel mengatakan bahwa ada dua battle yang paling berkesan menurutnya.

“Battle yang pertama yang paling berkesan adalah Dance @live tahun 2013 soalnya aku sebagai dancer yang tak begitu terkenal bisa masuk final melawan P-Nut yang namanya udah terkenal dimana waktu itu ada 100an lebih dancer yang jago-jago dan yang kedua adalah On Fire 2017 dimana aku waktu itu juara  melawan dancer-dancer dari Brunei, Malaysia dan negara lain”. Ungkapnya.

“Buat aku yang penting adalah achievement, bukan masalah orang lama dan orang tahu kalo kamu eksis, tapi achievement bisa membuat kamu inspirasi bagi orang lain.” Tambahnya

Pria yang mengidolakan Eko Supriyanto (Penari Indonesia yang sudah mendunia) dan Marty Kudelka (Koreografer Justin Timberlake) ini berkata bahwa dance merupakan bagian dari hidupnya.

“Dance itu buat aku ya darahku, segala yang berhubungan dalam kehidupanku ya dance karena dance sudah bersarang di tubuh, kepala dan hatiku selama 28 tahun ini.” Ujarnya

Ada tiga hal yang selalu dipegang oleh Timboel selama hidupnya yang membuatnya seperti sekarang ini.

“Untuk meraih apapun yang kamu inginkan ada tiga hal penting yang harus dipegang dalam hidup adalah satu komitmen yang berarti tidak goyah, kedua konsisten yang berarti tetap pada jalur itu dan tidak pernah berubah, yang ketiga adalah disiplin. Dan yang paling penting adalah jangan pernah menyerah. Hal ini juga yang sering aku tekankan kepada murid-muridku”. tutupnya

“Dance is My Blood”

_Heru Susanto_