SEMARANG – Ditengah hingar bingar perhelatan pensi Semarang, mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Semarang malah memilih untuk banting setir. Tepat pada Sabtu, 15 Desember, Mahasiswa
Fakultas Teknologi dan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang sukses membuat sebuah kegiatan yang
bertajuk “Sepakung Coffee Days: Will you Coffee Me?”. Seperti namanya, Sepakung Coffee Day sendiri
dibuat lantaran mereka melihat bahwa Sepakung adalah sebuah desa wisata yang memiliki potensi
bagus di industry kopinya. Dihelat di Teko Deko Koffiehuis, Kota Lama Semarang, kegiatan yang digelar
pada jam 3 sore itupun cukup ramai dijubeli anak muda khususnya yang tertarik dengan dunia kopi.
“Jadi sebenarnya ini adalah sebauh campaign dari kami (Mahasiswa USM, red) terhadap sebuah desa
wisata yaitu Sepakung. Kami melihat bahwa Sepakung memang memiliki potensi yang cukup bagus di
industry kopinya. Mereka punya kopi Arabika yang ditanam di ketinggian tanah 1.450 mdpl. Tapi
sayangnya nggak banyak yang tahu tentang itu. Jadi kenapa nggak kita kenalkan ke masyarakat,” kata
Eza Desinta, project leader Sepakung Coffee Days.
Ditambahkan oleh Eza, bahwa Sepakung yang terletak di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang ini
memang tak bisa dipungkiri masih jauh dari awareness masyarakat luas. Padahal kurang lebih sudah 3
tahun sejak 2015, Sepakung di daulat sebagai desa wisata oleh Kabupaten Semarang. Pun inilah salah
satu yang menjadi alasan bagi mahasiwa Ilkom USM untuk menjalankan niat suci mereka.
Adapun kegitan yang dilakukan dalam helatan Sepakung Coffee Days sore itu. Pun yang cukup mencuri
perhatian adalah Cupping Coffee sekaligus workshop kopi yang dipandu oleh Bayu Angga. Semua yang
hadir langsung khusuk begitu sesi workshop dimulai. Perlahan Bayu yang juga seorang mantan barista di
salah satu café di Semarang dan Solo memberikan petuahnya. Dengan v60 yang ia gunakan, satu persatu
kopi pun dihasilkan dan dibagikan kepada pengunjung yang hadir. Tak mau ketinggalan juga, Kepala
Desa Sepakung, Ahmad Nuri yang turut hadir bersama rombongan sore itu juga ikut mencicipi.
Selain membuat kopi, kegiatan lainnya seperti give away berhadiah kopi Sepakung, pemutaran VT,
pameran foto topografi Sepakung oleh Pengky Soe hingga sambutan-sambutan dilakukan. Foto bersama
pun menjadi penutup acara. Diharapkan, bahwa Sepakung Coffee Days tak hanya selesai di 15 Desember
saja. Tapi ada juga project selanjutnya yang lebih dari itu. Selain itu, juga semoga dengan digelarnya
Sepakung Coffee Days, setidaknya menambah ketertarikan masyarakat terhadap Sepakung dan segala
kearifannya.

“Kami sangat berharap terhadap teman-teman semua, untuk ayo bareng-bareng kita buat perubahan
dari hal paling sederhana. Paling gampangnya adalah ikutan support satu sama lain. Harapan lainnya
sih, semoga Sepakung dengan segala kearifan lokalnya bisa dikenal oleh masyarakat yang lebih massif,”
pungkas Eza.
“Kalau untuk cerita tentang Sepakung akan jadi lama ya. Bisa dua hari hehehe. Hanya saja, untuk
informasi, kami baru saja membuat brand kopi namanya Jakung Coffee. Dan harapannya bisa dikenal,
serta banyak yang suka. Maka dari itu, saat ini kami juga sedang focus mengelola promosi Sepakung,”
imbuh Ahmad Nuri, Kepala Desa Sepakung.
Tak hanya memiliki Kopi, Sepakung juga memiliki kekayaan alam yang sangat amat luar biasa.
Pemandangan yang masih hijau dan asri, akan membuat siapapun betah berlama-lama disana.

More Information
082136135924
mailtomamsu@gmail.com