Pada tanggal 17 November 2017 Parkour Indonesia memiliki sejarah baru,yakni beralihnya tongkat amanat Parkour Indonesia dari Randy Permana Dahlan (presiden Parkour Indonesia jabatan 17 November 2016 – 17 November 2017) ke Aldiansa. Aldiansa atau yang lebih dikenal dengan nama akrab “itil” ini akan menggemban amanat untuk memajukan Parkour Indonesia hingga 17 November 2018.

Pada saat ditanyakan  mengenai perasaannya menjadi Presiden Parkour Indonesia, ia mengaku bahwa ada perasaan special namun juga ada tanggung jawab yang di emban. “ I think I have to do something special to make it (Parkour Indonesia-red) special”, ujarnya.

Pria kelahiran Semarang, 26 Juni 1989 ini memiliki harapan yang tinggi, yakni agar nama Parkour Indonesia go international, ia ingin bahwa ada bendera Indonesia yang terpampang di event-event internasional. Ia percaya bahwa dalam 5 tahun,  Parkour Indonesia semakin berkembang dan terdata dengan baik sehingga akan membantu para penyuka Parkour yang masih awal ataupun traceur lama agar saling tahu dimana saja ada komunitas Parkour dari Sabang sampai Merauke. Meski begitu, tantangan yang tengah dihadapi Parkour Indonesia  salah satunya adalah masalah pendataan yang komprehensif, mengingat komunitas Parkour Indonesia saat ini memiliki jumlah yang sangat banyak.

Foto Alfan Rizki.

Menurutnya Parkour Indonesia adalah sebuah wadah yang mana menaungi semua parkour di seluruh Indonesia. “ Parkour Indonesia itu merupakan wadah dimana didalamnya berisi semua parkour di seluruh Indonesia dan disitulah kita bisa saling bertukar visi, misi maupun sharing ilmu yang sudah dipermudah di era teknologi ini dengan sosial media” Ujar Aldiansa Respati.

Semenjak Parkour Indonesia eksis di tahun 2007, saat ini anggota Parkour Indonesia yang berada di seluruh Indonesia memilki region-region didalamnya. Didalam region tersebut terdapat wakil-wakil dengan PIC (person In Charge) nya masing-masing untuk mempermudah koordinasi. “Region yang ada saat ini yakni Sumatra bagian utara, Sumatra bagian selatan, Banten, Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua. Ada juga perwakilan untuk praktisi wanita.”, ungkap Presiden baru Parkour Indonesia ini.

Sebagai Presiden baru Parkour Indonesia, pria berumur 28 tahun  ini mengungkapkan bahwa ada hal penting mengenai penilaiannya akan traceur (pelaku parkour) yang baik, yakni hal ini bisa dilihat melalui attitude-nya. “Biar bagaimanapun seseorang (traceur-red) akan dianggap baik apalbila attitude-nya pun baik, tidak perduli dia berskill atau tidak karena sharing is caring”, tutupnya.

Selamat mengemban tugas sebagai Presiden Parkour Indonesia, Aldiansyah Respati. Semoga Parkour Indonesia dapat menjadi apa yang dicita-citakan.